Bomb Meledakkan sebagian Hotel Rizt Charltron MEga Kuningan JAkarta

KESRA– 17 JULI: Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan, aksi pemboman di hotel JW Mariot dan Ritz Carlton di kawasan Mega Kuningan, Setiabudi, Jaksel adalah bom bunuh diri.

Hal ini bisa dipastikan dari hasil olah dan reka tempat kejadian perkara di lokasi kejadian. Kapolri juga menyatakan, dua pelaku sedang dalam proses identifikasi.

Dia memastikan, proses identifikasi tersebut tidak memakan waktu lama karena pelaku di Ritz Cartlon seluruh kepalanya masih utuh. Menurut dia, jumlah pelaku bom bunuh diri itu ada dua orang. Di JW Marriot, meski kondisi tubuh pelaku rusak, namun kulit muka masih bisa diidentifikasi petugas forensik.

”Hal ini akan memudahkan upaya penelusuran untuk menangkap dan menindak tegas jaringan pelaku.” ujar Bambang Hendarso di depan Hotel Ritz Carlton, Jumat (17/7).

Kedua bom yang diledakkan di dua hotel tersebut, jelas Kapolri, dibawa pelaku dari kamar 1808 Hotel JW Marriot. Indikasinya, ada kesamaan bahan peledak dengan dua bom yang meledak dan sebuah bom yang masih aktif di kamar 1808 di lantai 18 hotel tersebut.

Pria bertinisial N

Jenderal polisi berbintang empat ini juga menyatakan, sejauh ini penggunaan kamar di hotel tersebut adalah pria berinisial N. Kasus pemboman yang diduga ada kaitan dengan pilpres seperti yang diungkapkan SBY, Hendarso melanjutkan, ada kemungkinan, karena pernah ditangkap seorang pelaku di daerah Kalimantan 5 Mei 2009 lalu.

Tersangka mengaku akan melakukan tindakan kekerasan dengan sasaran SBY. Ancaman serupa dialamatkan pada KPU dan juga agar presiden terpilih tidak bisa dilantik.

Bahan bom yang diidentifikasi hari ini, katanya, sama dengan bahan bom yang ditemukan polisi di daerah Cilacap dan Malang beberapa waktu lalu.

Dia mengimbau pada sejumlah pengelola hotel agar meningkatkan sistem pengamanan. Alasannya, kata Hendarso, sistem pengamanan yang dilakukan oleh hotel-hotel dan pasar sawalayan di Indoinedian belum begitu ketat.

”Saya di Arab Saudi saja disuruh lepas ikat pinggang. Jadi di sini, jangan orang mengaku bawa laptop kemudian dibiarkan begitu saja,” pesannya.

Bom di kamar 1808

Sebelumnya tim Puslabfor Mabes Polri dan Penyidik yang melakukan olah tempat kejadian perkara di Hotel JW Marriott menemukan sebuah bom aktif di kamar 1808 yang terletak di lantai 18. Bom berdaya ledak rendah itu serupa dengan yang meledak sebelumnya.

Kapolda Metro Jaya inspektur Jenderal Wahyono mengatakan bahwa bom itu berhasil dibawa masuk oleh para pelaku dengan menyamar sebagai seorang tamu. Mereka menyamar mengelabuhi petugas sehingga dapat melakukan aksinya tersebut. Meski pun demikian dia belum dapat menyimpulkan apakah Bom ini dilakukan dengan cara bunuh diri ataukah tidak.

“Kita belum dapat memastikan itu. Walaupun demikian kita akan terus melakukan penyelidikan,” terannya

Dibungkus tas laptop

Sementara itu Kadiv Humas Mabes Polri Inspettur Jenderal Nanan Sukarna mengatakan bom yang ditemukan di lantai 18 tersebut dibungkus dalam tas yang digunakan untuk laptop. Masih aktif dan dalam bentuk rangkaian, daya ledaknya dalam kategori rendah. “Ini sejenis Black Powder,” jelasnya.

Tim dari Gegana telah berhasil menjinakkanya dan dibawa ke Brimob Kelapa Dua.

Saat ini pihaknya masih mempelajari rekaman CCTV baik di Hotel Marriott maupun Ritz Carlton. Harus diakui bahwa pengamanan yang dilakukan di wilayah Mega Kuningan ini merupakan salah satu yang terketat. Tidak sembarangan orang dapat masuk wilayah ini. Kendaraan yang melintas pun diperiksa.

Walaupun begitu pihaknya masih belum mengetahui bagaimana pelaku dapat masuk ke dalam. “ini yang saat ini kita pelajari,”

Mengenai tudingan kelompok teroris dalam kejadian ini, kepolisian belum dapat mengambil kesimpulan. “Kita harus berangkat dari fakta. Begitupun dengan sejumlah asumsi yang mengatakan bahwa ini terkait dengan pemilihan presiden.”

Nanan pun belum banyak berkomentar tentang adanya penemuan potongan kepala yang tercerai berai di Hotel Ritz Carlton apakan itu orang yang melakukan bunuh diri ataukah bukan. “Belum dapat kita pastikan,” ujarnya

Dirakit di kamar

Sementara itu salah seorang anggota kepolisian dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polres jakarta Selatan Isnan Hafiz mengatakan kerusakan yang terjadi di Ritz Carlton terparah bukan di restorannya, melainkan di bagian lobi. “Bukan di restoran namun di bawah,”.

Menurutnya bagian atas hanyalah merupakan ekses dari getaran ledakan. Dia mengakui ada mayat dengan kondisi yang cukup parah dengan kepala yang terputus dari tubuhnya di bagian lobi. Namun dia juga tidak dapat memastikan apakah ini merupakan pelaku bunuh diri. “Belum dapat dipastikan,” ujarnya.

Informasi dari salah satu anggota kepolisian lain mengatakan, tidak menutup kemungkinan pelaku merakit bom itu di dalam. Mereka membawa masuk bahan-bahan peledak itu dalam beberapa bagian, lalu merakitnya di kamar dan meledakannya pada saat orang tidak menyangkanya. “Ada kemungkinan seperti itu,” ujarnya.

Bom yang digunakan untuk meledakkan Hotel JW Marriot dan Ritz Charlton Jakarta sama dengan yang digunakan pada pengeboman di JW Marriot tahun 2003 dan bom Bali II tahun 2004 lalu.

Menurut keterangan dari Kadiv Humas Polri, Irjen Nanan Sukarna, bahan peledak yang digunakan adalah dari jenis black powder. Jenis ini bisa menghasilkan ledakan dengan daya rusak rendah (low explosiv).

“Dari penyidikan yang dlakukan oleh Tim Gegana, memang ditemukan bahwa bom yang digunakan kurang lebih sama (dengan pemboman JW Marriot I dan bom Bali II),” kata Nanan dalam jumpa pers yang digelar di Mall Bellago, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/7) sore.

Nanan juga mengiyakan tentang penemuan bom aktif yang belum sempat meledak di Hotel JW Marriot. Bom aktif tersebut ditemukan sudah terakit di dalam sebuah tas laptop di kamar 1808 lantai 18 Hotel JW Marriot. (mo/ro/hr)

Leave a Reply